Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
- 400 gram daging rendang, dipotong melawan serat tebal 3 cm
- 3 cm lengkuas, dimemarkan
- 2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
- 2 lembar daun kunyit, diiris
- 1.250 ml santan encer dari perasan santan kental
- 500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
Bumbu Halus:
- 15 buah cabai merah keriting
- 4 butir kemiri, disangrai
Cara membuat :
- Rebus santan encer, lengkuas, serai, daun kunyit, dan bumbu halus sambil diaduk sampai mendidih.
- Tambahkan daging. Masak sambil diaduk sampai berubah warna.
- Masukkan garam dan gula pasir. Aduk rata. Masak hingga empuk dan kuah kental.
- Tuang santan kental. Masak di atas api kecil sambil diaduk sampai berminyak.
CATATAN
Santan yang digunakan dalam mengolah rendang ini dimasak hingga
mengering. Sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang sangat menggoda.
Bistik daging selain bisa menjadi sajian di hari istimewa. Anda juga dapat menjadikannya antaran untuk para sahabat atau kerabat dekat.
Inilah Resepnya :
Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
- 350 gram has dalam, dipotong lebar 1 cm
- 3 siung bawang putih, dicincang halus- 2 sendok makan saus tomat
- 75 gram jamur kancing, dibelah 2 bagian
- 1/2 buah bawang bombay, dipotong-potong3 sendok makan kecap manis
- 1 1/4 sendok teh pala bubuk
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh garam
- 300 ml air
- 2 sendok makan margarin untuk menumis
Bahan Pelengkap:
- 3 buah tomat merah, diiris bulat
Cara membuat bistik daging ala jawa:
- Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum.
- Tambahkan daging. Aduk hingga berubah warna. Masukkan jamur, saus tomat, pala, merica, kecap manis, dan garam. Aduk rata.
- Tuang air. Masak sampai meresap.
- Sajikan bistik jawa bersama pelengkap.
Pemeriksaan mata pada bayi baru lahir, dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan fisik bayi baru lahir. Bagaimana caranya? Apa gunanya?
Tes mata pada bayi baru lahir berfungsi untuk deteksi dini ganguan mata yang bisa mengganggu penglihatan bayi. Khusus untuk bayi
prematur kurang dari 34 minggu atau berat badan kurang dari 1.500 gram,
standar kedokteran di Indonesia mensayaratkan pemeriksaan mata deteksi ROP (Retinophaty of Prematurity). Kelainan retina ini berpotensi menyebabkan kebutaan. Insiden ROP pada bayi laki-laki sedikit lebih tinggi daripada bayi perempuan. Lewat skrining ini, diharapkan ROP dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga dapat diterapi secara optimal. Waktu pemeriksaan.
- Pemeriksaan mata dilakukan pada bayi baru lahir bersamaan dengan pemeriksaan fisik.
- Untuk skrining ROP, pemeriksaan awal bisa dilakukan pada 4-6 minggu setelah kelahiran bayi prematur, atau pada saat usia gestasi (dihitung dari hari pertama haid terakhir) 32 minggu. Bila bayi terlanjur duibawa pulang, sebaiknya diperiksakan ke spesialis mata secepatnya (sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu).
Beberapa tes mata yang biasa dilakukan.
- Menyorotkan
cahaya atau lampu senter ke arah mata bayi. Bayi-bayi normal pasti akan
silau oleh cahaya terang, namun tidak demikian dengan bayi yang mengalami gangguan mata.
- Mengamati
apakah ada penyimpangan pada mata bayi. Andai salah satu mata tersebut
akan ‘dikalahkan.’ Akibatnya, salah satu mata yang tidak difungsikan ini
akan bekerja tanpa kontrol.
Bila pada bayi terdapat salah satu atau lebih gejala tadi, segera konsultasikan kondisi matanya pad adokter spesialis mata.
Skrining ROP. Bisa dilakukan dengan bantuan oftalmoskopi. Penanganan ROP bergantung derajat gangguannya.
- Bila
ringan, tak perlu terapi, namun tetap dilakukan pengawasan ketat,
mislanya setiap dua mingguan harus dilihat kondisi retina.
- Pada ROP lebih berat dilakukan tindakan fotokoagulasi laser atau pembekuan (cryoterapi)
pada daerah retina yang mengalami kerusakan. Dengan begitu, sebagian
besar retina yang masih sehat bisa diselamatkan. Meski demikian, bayi
prematur dengan riwayat ROP berpeluang mengalami kelainan mata.
Misalnya, minus tinggi, juling, dan mata malas. Kabar baiknya, hanya 1
di antara 10 bayi yang menderita retinopati yang lebih berat ini.
Efek samping pemeriksaan ROP.
Cukup aman untuk bayi. Untuk mencegah nyeri pemeriksaan, dokter mata
akan meneteskan analgetik lokal. Selain itu, pemeriksaan biasanya
singkat saja untuk mengurangi kemungkinan stres pada bayi. Guna mencegah
infeksi pasca tindakan, dokter biasanya memberikan antibiotic
profilaksis.
Sumber : ayahbunda